MEMBANGUN USAHA SENDIRI

memulai_usaha

Membangun usaha sendiri.

 

Membangun usaha sendiri memerlukan niat kuat, serta yakin bisa sukses dengan bisnis tersebut.

“Semakmur-makmurnya karyawan, pasti lebih makmur sang juragan”Pameo yang sering digumamkan masyarakat dan terdengar ‘gurih’ di telinga, sehingga banyak orang ingin menjadi ‘juragan’ alias pengusaha.

Membangun usaha sendiri

Selama ini banyak celetukan keinginan orang untuk membangunusaha sendiri, tentunya dengan beragam alasan, yang mayoritas dilandasi faktor ekonomi yang lebih baik.

Ada yang beralasan bosan dan jenuh menjadi karyawan. Ada yang ingin memiliki sumber penghasilan tambahan. Ada pula yang ingin mengisi masa pensiun dengan kegiatan positif yang menghasilkan keuntungan. Serta ada juga yang ingin menciptakan lapangan kerja setelah lulus kuliah.

Di saat angka pengangguran semakin meningkat, ditambah tarik ulur besaran UMP (Upah Minimum Propinsi) yang selalu menjadi topik ‘panas’ Nasional, keinginan seperti tersebut di atas jelas menggembirakan, serta pantas diapresiasi sebagai salah satu solusiproblem masyarakat.

Ketimbang mengeluh ‘tidak ada lowongan pekerjaan’.

 

Atau cemberut ‘meratapi slip gaji’ setiap bulan, biasanya sarat dengan berbagai potongan… Atau ‘panik’ dan ‘bingung’ menghadapi masa pensiun, maka keinginan untuk membangun usaha sendiri jelas sebuah itikad mulia, yang layak mendapat dukungan.

 

Sebelum anda memulainya, simak beberapa hal yang berkaitan dengan seluk beluk membangun usaha sendiri, antara lain :

1. Mencari ide usaha yang akan digeluti

2. Mengukur potensi pasar, berikut peluang usaha yang akan dikembangkan

3. Menghitung modal yang diperlukan, dari tahap survey, tahap memulai usaha, sampai pada tahap mengembangkan usaha

4. Memilih lokasi yang akan dipakai tempat usaha

5. Berkomunikasi dan merawat Pelanggan

6. Bagaimana merekrut Karyawan dan menciptakan kerja sama tim

7. Menyiapkan dan menyusun tata kelola administrasi pembukuansederhana yang informatif dan efektif

8. Mengevaluasi hasil kinerja usaha yang dikelola9. Melengkapi legailtas, perijinan, sampai menyiapkan aspek perpajakan.

 

Dan masih banyak aspek lain yang harus disiapkan, dipahami, serta dilaksanakan sesuai dengan pakem masing-masing aspek tersebut.Aspek-aspek membangun usaha sendiri tersebut di atas akan dikupas dan disajikan dalam serial artikel berikutnya.

Semoga anda menjadi bersemangat dalam mewujudkan cita-cita membangun usaha sendiri, serta membuka lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain.

 

 

WARNING: “Membangun usaha sendiri tak segampang membalik telapak tangan. Anda harus teliti mempersiapkan diri menjadi seorang Pengusaha, tetapi tidak takut untuk memulainya.”

 

 

Dikutip dari : http://www.stokjogja.com/

BAGAIMANA MEMULAI USAHA ?

memulai_usaha_bisnis

Bagaimana memulai usaha ?Bagaimana memulai usaha adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pembaca blog StokJogja dot com.Suatu hari, seorang teman ingin buka usaha karena sudah jenuh menjadi Karyawan. Dan berharap, usaha tersebut sebagai media alih profesi menjadi Pengusaha.

Bagaimana memulai usaha

Teman tadi bertanya: “Bagaimana memulainya mas ?” Hmm… inilah pertanyaan standar setiap kali orang ingin memulai usaha..  .Jawaban sayapun standar: “Ya seperti kalau mau buka warung”.

Tentu saja ada proses kelanjutannya. Kalau belum punya tempat, carilah lokasi tempat usaha yang strategis.Bila sudah punya tempat usaha, berjuanglah agar tokonya maju dan berkembang.

Bagaimana caranya berkembang? “Nanti ketemu sendiri…”. “Lho kok ketemu sendiri? Gimana nanti kalau tidak laku dan rugi?”Well, kalau punya toko saja belum, tetapi sudah ketakutan kalau tidak laku, ya malah tidak jadi buka toko… hehehe

Yang dimaksud “ketemu sendiri” adalah, jika sudah telanjur punya toko, maka siapapun pasti akan berjuang keras untuk mengatasi setiap kendala yang terjadi.Biasanya saya akan bertanya lagi: “Apa sampeyan sungguh-sungguh mencintai dan siap menekuni usaha ?”.Kalau jawabannya “YA”, maka itulah aset gratis untuk menuju“ketemu sendiri” tadi.

Memilih bidang usaha itu seperti memilih pasangan, sehingga mencintai usaha bisnis juga seperti mencintai pasangan.Anda akan berjuang mati-matian, apapun akan dilakukan untuk menjaganya, mempertahankannya, menyelamatkannya, mengupayakan kesembuhannya ketika sakit, mencari jalan keluar ketika terpojok, serta bangkit ketika terpuruk.

Ada gairah, semangat, energi, yang kualitas dan kuantitasnya sering tidak masuk akal, dimiliki orang yang sedang jatuh cinta.Maka jatuh cintalah pada bidang usaha yang dipilih.

Seorang teman lain yang juga Karyawan berniat membuka usaha sampingan. Katanya: “Biar istriku yang mengelola”. Istrinya langsung teriak: “Ah nggak mau. Aku nggak bisa dagang. Nggak punya bakat”.

Inilah soalnya. Perlu dipahami, bahwa dagang atau bisnis itu tidak ada hubungannya dengan bakat.Bisnis itu ketrampilan yang dapat dipelajari dan dilatih. Syaratnya mau kerja keras untuk belajar dan menjadi terlatih.

Terkadang saya membayangkan sebuah kebebasan, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ternyata itu tidak mungkin.Sebebas apapun di dalam kehidupan ini, maka selalu saja di sana adakomitmen yang harus dipenuhi.

Komitmen terhadap diri sendiri, keluarga, famili, tetangga, teman, alam sekitar, terlebih terhadap Tuhan, dan terhadap siapa saya berinteraksi.Bebas hanya memungkinkan pada tataran cara, mekanisme, atau prosesnya, karena itulah yang harus dinikmati dan disyukuri.

Ketika dengan kebebasan saya, kemudian saya memilih untuk melakukan sesuatu esok hari, maka saya harus memegang komitmen, bahwa apapun akan saya lakukan demi suksesnya esok hari itu.

Saya bebas memilih cara dan prosesnya, tetapi saya menjadi tidak bebas untuk tidak melakukan apa-apa.Termasuk jika komitmen itu menuntut untuk bekerja sampai larut malam. Setidaknya kerja lembur itu saya lakukan karena saya merasa bebas melakukannya.

Bila niat untuk membuka usaha sudah bulat, segera lakukan aksi. Jangan biarkan impian mulia anda hanya berupa wacana.Salam wirausaha Indonesia.

Dikutip dari : www.StokJogya.com

 

TIPS MENGGALI MODAL USAHA

tips_cari_modal_usaha

Tips menggali modal usaha.

Tips menggali modal usaha yang dipaparkan berikut merupakan filosofi wirausaha, yakni mengutamakan proses pembentukankarakter seseorang untuk menjadi wirausaha sejati.Modal utama untuk memulai usaha adalah melihat potensi diri sendiri, karena modal sesungguhnya bagi pengusaha adalahMENTAL, yakni berani memulai usaha dari tingkat paling bawah.

Perlu digarisbawahi, bahwa budaya ingin sukses secara instan, dan tidak mau menjalani proses bisnis, kelak akan menjadi hambatan serius dalam mengembangkan usaha.

Memang, bahwa sekecil apapun, modal uang diperlukan untuk memulai bisnis. Namun, modal uang bukan segalanya.
Sikap, pengetahuan dan pengalaman kerja bisa menjadi modal berharga.
Kalaupun terpaksa memerlukan modal kala memulai usaha, dapatkan modal dari lingkungan terdekat, yang sudah mengenal anda dengan baik.

Pertanyaan yang sering diajukan untuk memulai bisnis : Berapa besar modal uang yang harus dialokasikan ?
Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Besar kecilnya modal yang diperlukan relatif, karena situasi dan kondisi finansial, juga latar belakang masing-masing individuberbeda (karyawan, pensiunan, ibu rumah tangga, mahasiswa, freshgraduate, dan sebagainya).

Hal-hal penting menggali modal usaha yang perlu diperhatikan :

1. Memulai usaha dari tingkat paling bawah, yang relatif tidak banyak memerlukan modal uang. Dan ketika mengalami hambatan atau kegagalan usaha, dapat segera bangkit lagi dengan suntikan modal baru yang masih anda miliki.

2. Jangan gunakan seluruh Tabungan untuk memulai usaha, karena anda harus mempunyai cadangan dana untuk pengeluaran biaya operasional anda selama beberapa bulan.

Perlu dipahami, memulai usaha tidak bisa langsung melejit di bulan pertama seperti yang anda bayangkan sebelumnya. Asumsikan, bahwa usaha yang anda rintis baru bisa menghasilkan dalam waktu enam bulan sampai satu tahun.

3. Fokuskan modal untuk pendanaan usaha produktif dan segera menghasilkan arus kas positif ( misal : pembelian barang dagangan), agar kesinambungan dan pertumbuhan usaha dapat terjaga dengan baik.

4. Hindari penggunaan modal untuk hal-hal yang kurang penting, misalnya mendandani fisik toko atau kios secara berlebihan, sehingga menguras modal usaha.

Begitu pula dalam merekrut karyawan yang diperlukan di awal usaha, utamakan untuk merekrut karyawan yang menopang Penjualan (Marketing) dan Operasional (Produksi). Sedangkan untuk Administrasi dan Keuangan dapat anda kerjakan sendiri.

5. Salah satu pilihan untuk mengatasi modal adalah menggandengmitra usaha. Tawarkan peluang usaha yang anda rintis tersebut kepada lingkungan internal anda, misalkan keluarga atau teman akrab, yang  sudah mengenal anda dengan baik.

Mereka bisa menjadi mitra aktif atau hanya sebagai sleeping partner(mitra yang hanya berpartisipasi modal usaha saja). Konsekuensinya, anda harus mau berbagi keuntungan dengan mitra usaha tersebut.

6. Hindari menggunakan modal dari luar, misal kredit bank, untuk memulai usaha, karena biaya yang dikeluarkan untuk pendanaan tersebut akan menghambat pertumbuhan bisnis yang sedang dirintis.

Kelak setelah bisnis anda berkembang, silakan menggunakan pendanaan dari perbankan sebagai daya ungkit (leverage), agar usaha bisnis anda lebih melejit dan menggurita.

MEMBUAT ANALISIS SWOT

analisa_swot

Membuat analisis SWOT.

Membuat analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) diperlukan saat memulai usaha. Para pengusaha yang memulai usaha kecil pun perlu melakukannya. Anda tidak harus menunggu menjadi pengusaha besar.

Agar usaha bisnis yang dikelola sukses, anda harus bisa mengoptimalkan ‘kekuatan’ (strength), mengurangi ‘kelemahan’(weakness), mengeksploitasi ‘peluang’ (opportunity), serta bisa bertahan dari ‘ancaman’ (threat).

Cara orang memulai sebuah usaha sangat beragam, ada yang memulai usahanya secara kebetulan dan tidak pernah membuat rencana yang detil. Dasar hoki, usaha yang tanpa rencana matang tersebut bisa sukses besar.

Sebaiknya jangan terlalu bermimpi, bahwa hoki yang sama akan akan menghampiri anda. Ingat, garis tangan nasib orang berbeda-beda.
Agar usaha yang akan dijalankan bisa berumur panjang dan sukses, disarankan anda membuat rencana bisnis yang benar-benar matang, yakni membuat analisis SWOT secara sederhana, terlebih ditujukan kepada diri anda sendiri sebagai pengusaha.

Pertama, kenali kekuatan dan kelemahan potensi diri sendiri yang bisa mendukung anda dalam melaksanakan usaha bisnis yang dipilih.
Kekuatan ini bisa berupa banyak hal, misalnya : pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, mempunyai lokasi usaha yang srategis, relasi yang banyak, mengetahui informasi sumber bahan baku yang murah, serta mempunyai modal uang yang banyak.

Berikutnya, anda mesti mengenali kelemahan diri sendiri, yakni hal-hal yang berlawanan dengan faktor-faktor dalam alinea sebelumnya (tidak mempunyai pengalaman kerja, lokasi usaha tidak strategis, dan sebagainya).
Faktor kekuatan dan kelemahan pada umumnya berasal dari Internaldiri anda sendiri.

Kedua, kenali peluang dan ancaman. Faktor ini berasal dari kondisi di luar diri anda.
Peluang merupakan semua kondisi eksternal yang bisa membantu bisnis pilihan anda, antara lain : tingkat persaingan bisnis tidak terlalu ketat, kondisi perekonomian Nasional yang sedang tumbuh, serta kebijakan Pemerintah yang pro usaha kecil menengah (UKM).
Dalam kondisi sebaliknya, persaingan, kondisi perekonomian dan kebijakan Pemerintah dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan bisnis anda.

Ketiga, mendokumentasikan semua faktor analisis SWOT tersebut di atas. Kemudian buatlah program yang berisi rencana aksi untuk memanfaatkan kekuatan anda dan menimba peluang usaha yang bisa dikerjakan.
Dan pada saat yang sama, anda harus membuat strategi untuk mengurangi kelemahan dan mengatasi ancaman yang bakal anda hadapi.

Apabila program dan strategi yang sudah anda siapkan itu ternyata tidak mampu mengatasi kelemahan dan ancaman, sebaiknya anda mengubah rencana usaha anda.
Siapkan bidang usaha baru yang lebih realistis dan bisa anda jalankan.

Cara menemukan ide usaha

ide_gila

Cara menemukan ide usaha merupakan aksi pertama memulai usaha. Bila niat sudah bulat, ide usaha bukanlah wahyu yang harus kita tunggu dari langit.
Kita bisa mencari ide usaha dari mana saja. Bisa dari menengok potensi diri sendiri, mencermati lingkungan, bisa juga meniru usaha bisnis yang sudah ada.
Ide usaha dapat diperoleh dari dari hal-hal sederhana yang berada di sekitar kita, antara lain :

1. Mengenali potensi diri sendiri
Silakan anda kenali potensi diri sendiri. Temukan sesuatu yang anda senangi (hobi), ketrampilan dan kemampuan, jaringan relasi, latar belakang pendidikan yang anda miliki. Pastinya potensi diri sendiri yang bisa anda wujudkan menjadi usaha bisnis yang menguntungkan.

Misalkan, anda mempunyai latar belakang pendidikan jurusan Ekonomi Akuntansi, yang saat ini atau pernah bekerja di Bagian Perpajakan di suatu Perusahaan, tidak ada salahnya anda menangkap peluang usaha sebagai Konsultan Pajak skala kecil.

Pangsa pasar yang tersedia sangat menggiurkan, mengingat saat ini banyak orang yang mendapat Surat Penetapan dari Kantor Pelayanan Pajak sebagai wajib pajak, dan setiap wajib pajak diwajibkan oleh Undang-undang untuk melaporkan penghasilannya.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar dari mereka masih awam tentang perpajakan.

Contoh lain, anda seorang karyawan Perusahaan Jasa Konstruksi yang sering berhubungan dengan para Pemasok Material dan Mandor Pekerja Borong. Anda dapat mengoptimalkan pengalaman dan relasi anda untuk mendirikan usaha Kontraktor skala kecil, yang melayani pembangunan atau renovasi rumah di sekitar anda.

2. Mengenali kebutuhan lingkungan terdekat
Ide usaha bisa digali dari mengetahui kebutuhan anda sendiri.
Misalkan : beras, pulsa telpon, listrik prabayar, susu instan, air mineral, LPG, laundry, antar jemput anak sekolah, cuci motor/mobil,baju anak, salon kecantikan, dan sebagainya.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas merupakan peluang usaha yang dapat dimulai dengan skala kecil (lingkungan rumah tinggal anda), serta tidak memerlukan modal yang besar.

3. Memetik ide bisnis dari media massa
Informasi yang disajikan media massa dapat dijadikan ide usaha, misalkan informasi tentang kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik. Anda dapat menangkap peluang usaha dengan berjualan produk-produk hemat energi.

4. Mengetik kata kunci “ide usaha” di Google
Di saat era informasi sekarang ini, segala informasi begitu mudah didapat melalui internet. Anda cukup mengetik kata kunci “ide usaha” di mesin pencari Google, dan dalam waktu sekian detik sudah tersaji ribuan ide usaha. Tinggal pilih jenis usaha yang menginspirasi anda, pastinya disesuaikan dengan kompetensi anda.

Well, begitu mudah cara menemukan ide usaha.  Bikin usaha sendiri, yuk !!

Sumber : http://www.stokjogja.com/